Text
Anak Rembulan
Apa rasanya jika tiba-tiba kita dapat pergi menembus ruang dan waktu, ke zaman ketika Belanda masih berkuasa di Indonesia dan kita diminta untuk memimpin perang yang disebabkan oleh konspirasi?
Nono, si Anak Rembulan, tentu tahu jawabannya.
Liburan kali ini, Nono yang sudah kelas 5 SD dianggap cukup dewasa untuk berangkat sendiri ke Wlingi, tempat tinggal Mbah Sastro. Ia selalu suka liburan di sana, karena ia bisa bersepeda keliling Wlingi dan bermandi-mandi di Sungai Lekso yang menyegarkan. Tak jarang juga Nono membantu Mbah Mas yang punya warung makan di Stasiun Wlingi.
Suatu hari, Nono ditugaskan untuk membeli tahu goreng ke Njari, ke tempat Mbah Pur, kakek buyutnya. Nono pun berangkat dengan sepeda.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Resensi Buku: Anak Rembulan (Negeri Misteri di Balik Pohon Kenari)", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/wavesandsatellites/550d93d4a333119f1e2e3e7b/resensi-buku-anak-rembulan-negeri-misteri-di-balik-pohon-kenari
Kreator: Adinda Suci Rahayu
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
| A1332 | 813 DJO a | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain