Text
Diary La Sorbonne
La Sorbonne, begitu mendengar namanya terpatri sebuah universitas tua di Eropa, tempat orang-orang penoreh sejarah mengenyam pendidikan. Lalu, bagaimana jika seorang gadis biasa merasakan kuliah di salah satu universitas bergengsi di dunia? Bermodal buku kecil dan pena, dia menulis buku harian yang menceritakan secara detail kehidupan perkuliahannya di Sorbonne, dan juga yang tak kalah serunya, kehidupan barunya di kota paling romantic : Paris!
Pernahkah kamu ingin berkuliah di luar negeri, terutama di Universitas ternama di Prancis? Jika iya, kamu pasti sudah mempersiapkan dengan baik segala persiapan yang diperlukan. Apa saja persiapannya? Misalnya : kamu sudah menentukan kuliah di Universitas mana, jurusan apa, apa saja syarat masuk Universitas luar negeri favoritmu, selain itu, berapa biaya kuliah jika membayar sendiri, atau biaya lainnya jika kamu mempersiapkan beasiswa luar negeri yang kamu incar saat ini.
Nah, kuliah keluar negeri tidak semudah kelihatannya, tapi juga bukan berarti tidak ada jalan ya. Sebaiknya jika kamu ingin mendapatkan beasiswa kuliah S2, cari tahu berbagai informasi dan tips kuliah di luar negeri yang dibutuhkan. Jika sudah tahu akan kuliah di mana, kamu jadi mudah untuk menyelesaikan segala administrasi dan persiapan kuliah keluar negeri.
Buku berjudul Diary La Sorbonne ini berkisah tentang suka duka penulis saat berkuliah di jurusan Sastra Prancis Universite Paris-Sorbonne IV, sebuah universitas tua di Prancis. Penulis buku ini yaitu Kualakata, ia mendapatkan beasiswa LPDP yang memberikan beasiswa untuk mahasiswa master di Universite Paris-Sorbonne IV. Sebelumnya ia telah menyelesaikan kuliah S1 jurusan Bahasa dan Sastra Prancis, Universitas Brawijaya.
| A1548 | 813 KUA d | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain